Lamongan, 26 Juni 2026 – Masjid Asy-Syifa’ Muhammadiyah Lamongan kembali menghadirkan pesan dakwah yang relevan dengan tantangan kehidupan saat ini melalui khutbah Jumat yang disampaikan oleh Ust. Nur Fajri Romadhon, B.Sh., M.A., Asisten Divisi Fatwa Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2022–2027.
Mengangkat tema “Lebih Dari Sekadar Tanggal: Mengapa 26 Juni Adalah Alarm Keras Bagi Masa Depan Kita”, khutbah mengajak jamaah untuk menjadikan momentum Hari Anti Narkotika Internasional sebagai bahan muhasabah, bahwa ancaman narkotika bukan sekadar persoalan hukum atau kesehatan, melainkan juga persoalan keimanan, akhlak, dan masa depan generasi.
Dalam penyampaiannya, khatib mengingatkan bahwa sebagaimana manusia rutin memeriksa kondisi kesehatan fisiknya, setiap muslim juga perlu melakukan “pemeriksaan” terhadap kualitas ketakwaannya. Takwa menjadi benteng utama yang menjaga seseorang agar tetap istiqamah menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi segala bentuk kemaksiatan, termasuk penyalahgunaan narkotika.
Jamaah diajak memahami bahwa peringatan setiap tanggal 26 Juni bukan sekadar agenda tahunan, tetapi pengingat akan perjuangan panjang dunia melawan penyebaran narkotika yang sejak dahulu digunakan sebagai alat untuk melemahkan suatu bangsa. Karena itu, menjaga generasi dari bahaya narkoba merupakan bagian dari ikhtiar menjaga kekuatan umat dan masa depan bangsa.
Khutbah juga menyoroti meningkatnya penyalahgunaan narkotika yang banyak menyasar usia produktif. Fenomena tersebut menjadi tantangan bersama yang tidak dapat diserahkan hanya kepada aparat penegak hukum atau lembaga pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan keluarga, masyarakat, lembaga pendidikan, dan masjid.
Lebih lanjut, Ust. Nur Fajri Romadhon menjelaskan bahwa penyalahgunaan narkotika sering kali diawali oleh kebiasaan yang dianggap sepele, seperti pergaulan yang tidak sehat, konsumsi minuman keras, hingga lemahnya pengendalian diri. Oleh karena itu, membangun karakter melalui pendidikan agama sejak dini menjadi langkah penting dalam mencegah munculnya berbagai bentuk penyimpangan.
Dalam khutbahnya, beliau juga mengingatkan pentingnya menciptakan keluarga yang harmonis dan religius. Rumah yang dipenuhi kasih sayang, komunikasi yang baik, serta pembiasaan ibadah akan menjadi benteng pertama bagi anak-anak dalam menghadapi berbagai pengaruh negatif di lingkungan sekitar.
Masjid, menurut beliau, memiliki peran strategis sebagai pusat pembinaan umat. Selain menjadi tempat ibadah, masjid juga harus menjadi ruang edukasi, pembentukan karakter, serta penguatan nilai-nilai Islam yang mampu melahirkan generasi beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.
Melalui khutbah Jumat ini, Masjid Asy-Syifa’ Muhammadiyah Lamongan kembali menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan dakwah yang menjawab persoalan nyata di tengah masyarakat. Pesan-pesan keislaman tidak hanya membahas hubungan seorang hamba dengan Allah SWT, tetapi juga memberikan panduan dalam menghadapi berbagai tantangan sosial yang berkembang di era modern.
Semoga nasihat yang disampaikan menjadi pengingat bagi seluruh jamaah untuk senantiasa memperkuat ketakwaan, menjaga diri dan keluarga dari berbagai bentuk kemaksiatan, serta bersama-sama membangun lingkungan yang sehat, aman, dan penuh nilai-nilai keislaman. Dengan demikian, masjid akan terus menjadi pusat pembinaan umat dan sumber lahirnya generasi yang tangguh, berintegritas, serta membawa keberkahan bagi masyarakat.
sumber: https://youtube.com/live/fuPwv5FsFeQ
0 Comments