Lamongan, 03 Desember 2025 — Dalam kajian ba’da Dhuhur yang berlangsung di Masjid Asy-Syifa RSML, Ust. Munahar, S.H.I., M.Pd., C.STMI (Sekretaris Majelis Tabligh PWM JaTim) menyampaikan materi bertema “Mengubah Fitnah (Anak) Menjadi Berkah”. Kajian ini mendapat perhatian jamaah karena membahas isu penting yang sering dihadapi keluarga modern: bagaimana menghadapi ujian dalam mendidik anak agar menjadi sumber keberkahan, bukan kesulitan.
Dalam pemaparannya, Ust. Munahar menjelaskan bahwa istilah “fitnah” dalam Al-Qur’an tidak selalu bermakna negatif seperti “memfitnah”, tetapi juga berarti ujian, cobaan, atau tantangan yang Allah berikan kepada hamba-Nya. Termasuk di dalamnya adalah ujian dalam bentuk keluarga dan anak. “Anak bisa menjadi ujian yang berat, tetapi juga bisa menjadi sumber pahala tak terputus. Semua bergantung bagaimana orang tua merespons ujian tersebut,” ujarnya.
Beliau menekankan bahwa kesulitan dalam mendidik anak, perilaku yang belum sesuai harapan, atau dinamika rumah tangga bukanlah tanda keburukan, melainkan cara Allah menguji kesabaran dan kualitas iman sebuah keluarga. Jika disikapi dengan emosi, putus asa, atau mengabaikan tanggung jawab, ujian itu bisa berubah menjadi fitnah dalam makna buruknya. Namun jika dihadapi dengan sabar, doa, dan perbaikan diri, ujian itu justru berubah menjadi jalan keberkahan.
“Anak adalah amanah. Kita tidak hanya diminta memberi makan, tetapi juga mendidik, membimbing, dan memberi keteladanan,” jelasnya. Menurut Ust. Munahar, orang tua adalah figur utama pembentuk karakter. Ia mengajak jamaah untuk lebih banyak menanamkan akhlak, kasih sayang, serta membiasakan anak dengan nilai-nilai Islam sejak dini.
Selain itu, Ust. Munahar menyoroti pentingnya komunikasi yang baik antara orang tua dan anak. Ia mengingatkan bahwa kekerasan verbal maupun fisik dalam mendidik anak dapat memperburuk keadaan dan menjauhkan keberkahan. Sebaliknya, pendekatan yang bijak, dialog, dan pembiasaan baik akan menumbuhkan anak yang saleh dan bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat.
Di akhir kajian, beliau menegaskan bahwa setiap ujian keluarga adalah peluang untuk meningkatkan kualitas spiritual. “Fitnah itu seperti api yang menyaring emas. Jika kita bersabar dan memperbaiki diri, Allah akan mengubahnya menjadi keberkahan yang besar,” tutupnya.
Kajian diakhiri dengan doa bersama, dan jamaah berharap materi yang disampaikan menjadi ilmu bermanfaat dalam membangun keluarga yang lebih harmonis dan penuh keberkahan.
0 Comments